18 UMKM Binaan PLN Naik Kelas di Manado High Street Market 2026: 5 Pelajaran Bisnisnya
Kabar inspiratif datang dari ujung utara Sulawesi. Sebanyak 18 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan PLN sukses naik kelas lewat ajang Manado High Street Market 2026 yang digelar 14–18 Oktober 2026 di Manado Town Square, Sulawesi Utara. Dari pertanian organik, kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa pijat oleh penyandang disabilitas netra — semuanya unjuk gigi di hadapan ribuan pengunjung. Apa rahasia mereka bisa tampil di pameran sebesar ini, dan pelajaran bisnis apa yang bisa kita petik?
Apa Itu Manado High Street Market 2026?
Manado High Street Market (MHSM) adalah ajang pameran dan pemasaran produk lokal yang diinisiasi oleh IMA (Indonesian Marketing Association) dan tahun ini memasuki edisi 2026. Event yang berlangsung selama lima hari, 14–18 Oktober 2026, ini menjadi etalase bagi pelaku usaha lokal Sulawesi Utara untuk memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta membangun jejaring bisnis langsung dengan konsumen dan mitra potensial.
Dilansir koran-metro.com, penyelenggaraan MHSM 2026 juga didukung penuh oleh BRI yang melakukan literasi transaksi cashless kepada para tenant agar menggunakan EDC dan QRIS, lengkap dengan program racing transaksi merchant, cashback transaksi via BRImo, hingga pembukaan rekening dan pendaftaran merchant langsung di lokasi. Artinya, event ini bukan sekadar bazar — melainkan ekosistem pemberdayaan yang lengkap: promosi, transaksi digital, literasi keuangan, sampai akses pembiayaan.
18 UMKM Binaan PLN: Dari Kopi Lokal hingga Pijat Tunanetra
Dilansir mediakontras.com, melalui PLN UP3 Manado, sebanyak 18 UMK binaan PLN berpartisipasi mempromosikan beragam produk unggulannya. Keberagaman produknya mencerminkan potensi ekonomi kreatif Sulawesi Utara:
Pertanian organik: A' Makalendong Farm membawa produk pertanian organik — bukti bahwa sektor pertanian bisa tampil modern dan menarik di pameran urban.
Kuliner, dessert, dan katering: MYK, Magogar, Ken'ed, Tiffany Curut Leilem, Sangkakala, Gleshies House, Ramantha Kitchen, Beefood, Pawon Mba' Dina, Michelle Brownies, Biji Itang Street Coffee, hingga Bakso Dandang Mner. Biji Itang Street Coffee, misalnya, mengangkat kopi lokal sebagai produk kebanggaan daerah.
Kerajinan tangan dan souvenir khas: Yannie Handicraft, Souvenir UKA Craft, dan Ivone Kowijaya — produk kriya yang mengangkat identitas budaya lokal menjadi souvenir bernilai jual.
Jasa inklusif: Klinik Pijat Tunanetra Harapan Indah yang melibatkan penyandang disabilitas netra. Ini bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi bisa merangkul semua kalangan — keterbatasan fisik bukan halangan untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi.
Manager PLN UP3 Manado, Reki Wowiling, menyampaikan bahwa partisipasi UMKM binaan PLN merupakan wujud nyata komitmen perusahaan menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya sebatas penyediaan pasokan listrik yang andal. "Kami tidak hanya hadir memberikan ruang promosi, tetapi juga mendorong UMKM agar semakin mandiri, berdaya saing, dan naik kelas. Dukungan serta sinergi dari Pemerintah Daerah menjadi energi tambahan agar UMKM binaan dapat terus tumbuh," ungkapnya.
Kisah serupa dari daerah lain juga menginspirasi — seperti kisah UMKM Aceh naik kelas lewat anyaman pandan dan madu yang menembus pasar lebih luas berkat pendampingan yang tepat.
Bukti Nyata: Omzet Belasan Juta dari Satu Pameran
Seberapa besar dampak pameran seperti ini bagi pelaku usaha kecil? Edisi MHSM tahun 2025 memberi jawabannya. Salah satu peserta, Momilan Cake & Dessert, mengaku meraup omzet Rp18 juta selama pameran berlangsung. "Sangat bersyukur karena bisa memperoleh omzet Rp18 juta selama pameran ini. Terima kasih kepada PLN yang telah membantu kami, para pelaku UMKM binaan," ujar perwakilannya saat itu.
Angka Rp18 juta dalam lima hari adalah capaian luar biasa untuk usaha skala mikro — setara dengan omzet satu hingga dua bulan berjualan normal bagi banyak UMK. Inilah kekuatan pameran yang terkurasi: traffic pengunjung yang besar, daya beli yang terkonsentrasi, dan momentum promosi yang tidak bisa didapat dari berjualan harian biasa.
5 Pelajaran Bisnis dari Manado High Street Market 2026
1. Ikut pameran yang terkurasi, bukan sekadar bazar. MHSM bukan bazar biasa — ada kurasi peserta, dukungan BUMN, dan pendampingan. Hasilnya terbukti: omzet belasan juta dalam hitungan hari. Cari event serupa di daerahmu, seperti yang dialami peserta Expo UMKM Sulsel 2026 di Sorowako yang omzetnya naik 4 kali lipat.
2. Angkat identitas lokal sebagai pembeda. Produk yang tampil di MHSM 2026 kuat pada identitas daerah: kopi lokal, kerajinan khas, kuliner Sulawesi Utara. Di tengah banjir produk generik, "cerita daerah" adalah diferensiasi yang tidak bisa ditiru kompetitor dari daerah lain.
3. Siapkan pembayaran digital sebelum pameran. BRI aktif meliterasi tenant MHSM 2026 untuk memakai EDC dan QRIS. Pelajarannya jelas: jangan sampai kehilangan pembeli hanya karena tidak bisa menerima pembayaran digital. Daftarkan QRIS usahamu jauh-jauh hari sebelum ikut pameran.
4. Jadikan keterbatasan sebagai kekuatan. Kehadiran Klinik Pijat Tunanetra Harapan Indah menunjukkan inklusivitas bisa menjadi nilai jual sekaligus misi sosial. Konsumen modern semakin menghargai brand yang punya dampak sosial nyata.
5. Manfaatkan jejaring, bukan jalan sendirian. Keberhasilan 18 UMK ini tidak lepas dari pendampingan PLN, dukungan BRI, inisiasi IMA, dan sinergi pemerintah daerah. Pelaku usaha yang aktif mencari komunitas, program pembinaan BUMN, dan inkubator daerah punya peluang naik kelas jauh lebih besar dibanding yang berjalan sendiri.
Peran BUMN dalam Pemberdayaan UMKM Daerah
Kisah MHSM 2026 juga menunjukkan model pemberdayaan yang patut ditiru: BUMN tidak hanya memberi bantuan modal, tetapi membangun ekosistem. PLN memberi ruang promosi dan pendampingan naik kelas. BRI meliterasi transaksi cashless, membuka akses rekening dan merchant, bahkan mengedukasi literasi keuangan bagi siswa SMA Katolik Rex Mundi dan SMA Kristen Eben Haezar Manado — menyiapkan generasi wirausaha sejak bangku sekolah.
Model kolaborasi multipihak seperti inilah yang membuat UMKM tidak sekadar "dibantu", melainkan benar-benar "diberdayakan" — dari hulu (produksi dan kurasi) hingga hilir (pemasaran, pembayaran digital, dan akses pembiayaan).
Kesimpulan
Manado High Street Market 2026 membuktikan bahwa UMKM daerah bisa naik kelas ketika diberi panggung yang tepat: 18 UMK binaan PLN tampil di hadapan ribuan pengunjung dengan produk beragam, dari kopi lokal hingga jasa inklusif disabilitas netra, didukung ekosistem pembayaran digital dari BRI. Pelajarannya untuk kita semua: cari pameran yang terkurasi, angkat identitas lokalmu, siapkan pembayaran digital, dan jangan berjalan sendirian — manfaatkan setiap program pembinaan yang ada di daerahmu. Seperti kata pepatah bisnis: sendirian kamu bisa berjalan cepat, tapi bersama-sama kamu bisa berjalan jauh.
Komentar
Posting Komentar