Strive Beli Bitcoin 3.311 BTC Senilai US$280 Juta, Masuk 5 Besar Pemegang Terbesar Dunia
Strive beli Bitcoin lagi, dan nilainya tidak main-main. Perusahaan treasury Bitcoin yang tercatat di Nasdaq dengan kode ASST tersebut membeli 3.311 BTC pada 5–9 Oktober 2026 dengan harga rata-rata sekitar US$84.500 per koin, sehingga total nilainya mencapai sekitar US$280 juta. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strive menjadi 32.773 BTC yang nilainya ditaksir sekitar US$2,7 miliar. Pembelian ini mengangkat Strive ke peringkat lima perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia, melewati BSTR yang memegang 30.021 BTC. Artikel ini membedah apa yang sebenarnya terjadi, dari mana dananya berasal, apa arti istilah accretive yang disebut manajemen, dan apa yang perlu dipahami investor ritel di Indonesia sebelum menanggapi kabar ini secara berlebihan.
Apa Itu Bitcoin Treasury Perusahaan?
Bitcoin treasury perusahaan adalah strategi perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai salah satu aset cadangan kas, selain kas tunai, deposito, atau surat berharga. Perusahaan yang menganut strategi ini percaya Bitcoin dapat berfungsi sebagai penyimpan nilai jangka panjang atau cara memberi eksposur Bitcoin kepada pemegang saham.
Strategi ini dipopulerkan oleh Strategy yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, lalu diikuti berbagai perusahaan lain di Amerika Serikat, Jepang, dan negara lainnya. Setiap perusahaan memiliki gaya berbeda. Ada yang membeli Bitcoin dari arus kas bisnis intinya, ada yang menerbitkan utang atau saham baru untuk membeli Bitcoin, dan ada yang menggabungkan keduanya. Karena itu, dua perusahaan treasury Bitcoin tidak bisa disamakan begitu saja. Saham perusahaan treasury Bitcoin bukanlah Bitcoin itu sendiri. Harga sahamnya memang cenderung mengikuti harga Bitcoin, tetapi juga dipengaruhi jumlah saham beredar, utang, dan sentimen pasar. Berita pembelian korporat bukan sinyal bahwa harga Bitcoin pasti naik.
Bedah Transaksi: Strive Beli Bitcoin (3311 Bitcoin) pada 5–9 Oktober 2026
Transaksi terbaru Strive terjadi pada 5–9 Oktober 2026. Dalam lima hari tersebut, perusahaan membeli 3.311 BTC dengan harga rata-rata sekitar US$84.500 per koin, senilai sekitar US$280 juta. Ini adalah pembelian terbesar kedua dalam sejarah Strive. Pembelian terbesarnya masih dipegang transaksi merger dengan Semler Scientific yang menambah sekitar 5.048 BTC. Namun, pembelian kali ini tetap signifikan karena dilakukan dalam waktu singkat dan menambah cadangan sebesar 11,2 persen.
Sumber dana pembelian ini juga menarik dicermati. Sebagian besar dana berasal dari exercise warrant senilai US$208 juta. Warrant adalah hak yang diberikan kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Ketika warrant dilaksanakan atau di-exercise, perusahaan menerima dana tunai dari pemegang warrant, dan sebagai gantinya menerbitkan saham baru. Dengan kata lain, Strive mendapat uang tunai segar dari pemegang warrant, lalu menggunakannya untuk membeli Bitcoin. Sisa dana kemungkinan berasal dari kas perusahaan dan sumber lain yang terkait struktur permodalannya.
Manajemen Strive menyebut transaksi ini accretive. Artinya, setiap lembar saham secara efektif kini didukung jumlah Bitcoin yang lebih besar. Cadangan BTC tumbuh 11,2 persen, sementara saham beredar efektif tumbuh 9,4 persen, sehingga Bitcoin per saham naik. Namun, accretive bukan berarti perusahaan pasti untung, karena nilai Bitcoin sangat fluktuatif.
Strive Masuk 5 Besar Perusahaan Pemegang Bitcoin Terbesar 2026
Dengan total 32.773 BTC, Strive kini berada di peringkat lima perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia. Posisi ini melewati BSTR yang memegang 30.021 BTC. Di atas Strive, hanya MARA yang berada di luar empat besar dengan kepemilikan 35.577 BTC. Empat besar teratas masih didominasi perusahaan yang lebih dulu dan lebih agresif menumpuk Bitcoin, dengan Strategy sebagai pemegang terbesar yang jumlahnya jauh di atas perusahaan lain.
Peringkat ini dapat berubah cepat dan hanya menghitung perusahaan publik yang melaporkan kepemilikannya secara terbuka, bukan seluruh pemegang Bitcoin di dunia. Dasar informasi transaksi ini adalah Form 8-K yang diajukan Strive kepada SEC Amerika Serikat pada 13 Oktober 2026, ditambah pernyataan CEO Matt Cole. Dokumen ini melaporkan fakta transaksi, bukan menjamin prospek harga di masa depan.
Mengapa Perusahaan Menumpuk Bitcoin?
Alasan perusahaan menumpuk Bitcoin beragam, tetapi umumnya dapat dikelompokkan menjadi beberapa motif. Motif pertama adalah keyakinan jangka panjang bahwa Bitcoin akan menjadi aset yang semakin langka dan diterima luas. Dengan pasokan maksimum 21 juta koin, sebagian perusahaan melihat Bitcoin sebagai aset digital yang tidak dapat dicetak seenaknya. Motif kedua adalah diversifikasi treasury. Motif ketiga adalah strategi pasar modal, yaitu menjadikan Bitcoin sebagai identitas perusahaan untuk menarik investor yang ingin eksposur Bitcoin lewat bursa saham.
Strive memiliki latar belakang yang cukup khas. Perusahaan ini didirikan oleh Vivek Ramaswamy dan memposisikan diri sebagai perusahaan treasury Bitcoin sejak awal. Pendekatan ini berbeda dengan perusahaan yang awalnya memiliki bisnis lain lalu belakangan menambah Bitcoin sebagai cadangan. Karena identitas Strive memang sebagai perusahaan treasury Bitcoin, pembelian Bitcoin dalam jumlah besar merupakan bagian dari model bisnis intinya, bukan sekadar diversifikasi sampingan. Kinerja Strive akan sangat bergantung pada harga Bitcoin dan kemampuannya terus menggalang dana untuk membeli Bitcoin tambahan. Strategi ini juga berisiko: jika harga Bitcoin turun tajam, nilai aset perusahaan ikut turun; jika memakai utang, beban bunga tetap harus dibayar; dan jika terus menerbitkan saham baru, pemegang saham lama bisa terdilusi.
Apa Artinya Bagi Investor Ritel Indonesia?
Bagi investor ritel di Indonesia, kabar Strive beli Bitcoin sebaiknya dibaca sebagai informasi tentang perilaku korporat, bukan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual aset apa pun. Pembelian oleh perusahaan besar tidak menjamin harga Bitcoin akan naik. Pasar kripto sangat dipengaruhi banyak faktor lain, seperti suku bunga global, likuiditas pasar, regulasi, sentimen investor, hingga pergerakan whale dan pelaku institusional lainnya.
Ada juga risiko khusus dari saham perusahaan treasury. Saham perusahaan seperti Strive memiliki risiko dilusi, utang, dan volatilitas sendiri yang tidak dimiliki Bitcoin langsung. Harga saham bisa bergerak lebih ekstrem daripada harga Bitcoin karena faktor leverage, premi atau diskon terhadap nilai aset bersih, dan sentimen pasar saham. Investor yang membeli saham perusahaan treasury karena ingin mengikuti harga Bitcoin perlu memahami bahwa keduanya tidak identik. Jika Anda tertarik pada aset kripto, langkah pertama yang paling aman adalah memastikan legalitas platform yang digunakan. Di Indonesia, perdagangan aset kripto diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Gunakan hanya platform yang terdaftar dan berizin, pahami biaya dan risiko produknya, dan jangan pernah menginvestasikan dana yang tidak siap Anda tanggung kerugiannya. Untuk gambaran tentang perusahaan sejenis, baca juga artikel kami tentang sinyal Michael Saylor dan Strategy yang siap menambah Bitcoin. Pastikan juga Anda memahami daftar 28 aplikasi crypto berizin OJK 2026 sebelum bertransaksi di platform mana pun.
FAQ
Berapa banyak Bitcoin yang dibeli Strive pada Oktober 2026?
Strive membeli 3.311 BTC pada 5–9 Oktober 2026 dengan harga rata-rata sekitar US$84.500 per koin, senilai sekitar US$280 juta, sehingga total kepemilikannya menjadi 32.773 BTC.
Apa arti accretive dalam pembelian Bitcoin Strive?
Accretive berarti Bitcoin per saham meningkat karena cadangan BTC tumbuh 11,2 persen, lebih cepat daripada pertumbuhan saham beredar efektif yang sebesar 9,4 persen. Namun, ini bukan jaminan keuntungan karena harga Bitcoin tetap fluktuatif.
Apakah pembelian Strive menjamin harga Bitcoin naik?
Tidak. Pembelian korporat adalah satu faktor di antara banyak faktor pasar. Harga Bitcoin tetap bisa turun karena suku bunga, likuiditas, regulasi, dan sentimen investor secara keseluruhan.
Apakah aman membeli saham perusahaan treasury Bitcoin?
Saham perusahaan treasury memiliki risiko sendiri, seperti dilusi, utang, dan volatilitas yang bisa lebih ekstrem daripada Bitcoin. Pelajari laporan keuangan dan risiko perusahaan, serta pastikan platform yang digunakan berizin OJK sebelum bertransaksi.
Komentar
Posting Komentar